Desain Pakaian yang Dapat Dipakai Dimulai dari Tangan
Kutipan
Produk keagamaan yang dapat dikenakan harus berfungsi dalam kehidupan nyata, bukan hanya dalam fotografi produk. Kenyamanan, kerahasiaan, pergerakan, dan interaksi alami merupakan hal utama dalam desain Cincin Zikir yang baik.
Cincin adalah salah satu produk terkecil yang dapat dibuat oleh seorang desainer.
Itu tidak membuatnya menjadi sederhana.
Faktanya, semakin kecil dan mudah dikenakan suatu produk, semakin erat interaksinya dengan tubuh manusia.
Setiap milimeter itu penting.
Berat badan itu penting.
Bentuk permukaan itu penting.
Cara jari menekuk itu penting.
Dan tidak seperti perangkat yang sebagian besar waktunya dihabiskan di atas meja, cincin bergerak bersama penggunanya sepanjang hari.
Hal ini menjadikan desain perangkat yang dapat dikenakan pada dasarnya bersifat manusiawi.
Ujian sesungguhnya terjadi di luar studio.
Cincin Zikir mungkin terlihat indah dalam rendering produk, tetapi tetap gagal sebagai objek sehari-hari.
Ujian sesungguhnya terjadi ketika seseorang memakainya.
Sambil mengetik.
Memegang setir.
Membawa tas.
Membuka pintu.
Berjalan melewati bandara.
Duduk tenang setelah salat.
Atau sekadar menjalani hari kerja biasa.
Equantu mengembangkan Cincin Zikir digital sebagai alat yang dapat dikenakan untuk mengenang, sehingga pengalaman fisik tidak dapat dipisahkan dari teknologi di dalamnya.
Fungsi tampilan atau penghitungan mungkin menarik perhatian pada awalnya, tetapi kenyamananlah yang menentukan apakah seseorang ingin tetap mengenakan cincin tersebut.
Kebijaksanaan juga penting.
Perangkat yang dapat dikenakan yang berpusat pada keyakinan tidak selalu harus menonjolkan diri sebagai teknologi. Bagi banyak pengguna, produk yang secara visual lebih mirip cincin biasa dapat lebih mudah menyatu dengan lingkungan profesional, sosial, dan sehari-hari.
Merancang berdasarkan perilaku
Oleh karena itu, desain perangkat wearable yang baik dimulai dengan mengamati orang, bukan spesifikasi.
Sejauh mana ibu jari secara alami menjangkau?
Bisakah interaksi diselesaikan tanpa posisi tangan yang canggung?
Apakah produk tersebut mengganggu pergerakan normal?
Apakah bentuknya terasa cocok dengan berbagai gaya pakaian?
Bisakah seseorang menggunakannya tanpa mengubah tindakan tersebut menjadi pertunjukan publik?
Ini adalah pertanyaan-pertanyaan kecil, tetapi secara bersama-sama pertanyaan-pertanyaan ini menentukan apakah perangkat yang dikenakan terasa alami atau tidak.
Ini adalah arah penting bagi Equantu.
Teknologi seharusnya dirancang berdasarkan orang yang memakainya, bukan sebaliknya.
Karena ketika sebuah cincin zikir pas di tangan, ia memiliki peluang lebih besar untuk menyatu secara alami dalam kehidupan.
Jelajahi koleksi Cincin Zikir Equantu:
https://www.equantu.com/zikr-ring-tasbeeh
Baru mengenal cincin zikir digital?
https://www.equantu.com/news/what-is-a-zikr-ring-a-beginner-s-guide-to-digital-dhikr




